Hari ini, senin, tanggal 12 juli 2010. Agenda di kampus hari rabu ini adalah Roleplay, kamis review dan diskusi roleplay.  Jum’at dan seterusnya: L.I.B.U.R. Perkuliahan semester baru (baca: semester 7! wow^^) terhitung tanggal 30 agustus nanti. Sedikit terasa aneh karena di semester-semester akhir masa pre-klinik seperti ini kembali merasakan libur akhir semester yang cukup panjang (baca: 1,5 bulan).

1,5 bulan atau kurang lebih 44 hari, bukan masa yang singkat, berbagai rencana harus dirancang untuk mengisinya agar bermakna terasa. Terlebih, setelah sekian lama, Ramadhan kali ini sebagian besar akan kulalui di rumah kembali. Insya allah, jika tidak ada rencana lain untuk menghabiskan Ramadhan di tempat lain nantinya. Tapi, kisah mengenai rencana-rencana itu nanti saja kubagi. Kali ini, yang ingin kubagi adalah mengenai roleplay hari rabu nanti.

Roleplay, secara harfiah jika diterjemahkan ke dalam frasa bahasa indonesia adalah: bermain peran. Secara istilah, roleplay yang sering menjadi salah satu metode belajar sistem Problem Based Learning di kampus kami ini tak ubahnya adalah bermain peran. Bermain peran sesuai skenario mengarahkan dan menginstruksikan kami untuk memerankan apa.

Kali ini, tema roleplay adalah delivering bad news. Phiuh, bukan sesuatu yang mudah menurutku, begitupun menurut sebagian besar teman-teman lainnya. You know, it is hard to receive bad news, but it’s also hard for us to deliver the bad news. But we have to. It’s the patient’s rights to know the fact about their ilnesses.

Semoga dengan roleplay ini, kami akan semakin terlatih to deliver bad news. Bukan karena bad news itu sendiri sesuatu yang tidak akan asing dihadapan pasien-pasien kami nantinya. Tapi lebih kepada kami harap, kami tidak akan menjadi penyampai berita yang buruk. Karena berita buruk, tanpa kami perburuk pun sudah merupakan sesuatu yang berat bagi pasien dan keluarganya, apalagi jika keterampilan kami dalam menyampaikan berita buruk adalah minus. Semoga ya Allah. Izinkan kami untuk terus belajar dan berlatih. Menjadi lebih baik.

Advertisement